Jumat, 05 Oktober 2012

LAPORAN BIOLOGI OSMOSIS


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
     Sel adalah suatu mesin kimia. Sel memperoleh bahan dan energi dari lingkunganya dan mengubahnya di dalam sel melalui proses kimia yang merupakan metabolisme dari sel-sel tersebut. Pada akhirnya sel-sel tersebut mengembalikan sebagian dari hasil akhir proses itu kepada lingkunganya.
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.

1.2           Tujuan Penulisan
Tujuan disusunnya hasil praktikum adalah :
Ø  Untuk mengetahui tentang konsep dan definisi dari transport
membran sel, difusi, dan osmosis.
Ø   Untuk mengetahui tentang sifat konsentrasi pada cairan pelarut.
Ø  Untuk mengetahui bagaimana cara cairan pelarut bisa masuk da
     keluar sel

1.3           Metode dan Teknik Penulisan          
            Metode dan teknik penulisan dalam penyusunan hasil praktium adalah
dengan cara percobaan langsung di Ruang Laboratorium.





1.4           Sistematika Penulisan
            Penyusunan laporan hasi wawancara ini meliputi 3 BAB, antara lain:
1.    Bab 1 Pendahuluan, meliputi : Latar belakang, Tujuan  penulisan, Metode dan Teknik penulisan, Sistematika penulisan.
2.    Bab 2 Isi Pembahasan, meliputi : Laporan Hasil Praktikum
3.    Bab 3 Penutup, meliputi : Kesimpulan, Daftar Pustaka













KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirabbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil praktikum  pada tanggal 06 September 2012.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan laporan hasil praktikum  ini adalah untuk  mengetahui tentang konsep dan definisi dari transport membran sel, difusi, dan osmosis, untuk mengetahui tentang beberapa sifat sistem cairan ekstra dan intra seluler dimana salah satu kompartemen mengandung molekul yang dibatasi oleh suatu membran yang tidak permeabel terhadap bahan tersebut.
 Laporan ini disusun berdasarkan percobaan yang kami lakukan.
Dalam kesempatan ini saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu guru  yang telah memberikan bimbingan dan semua pihak yang telah membantu dalam membuat laporan hasil praktikum.
Akhir kata, mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan kami  juga berharap kritik dan saran dari pembaca atas segala kekurangan dalam hasil praktikum ini.

`                                                                               Brebes, 06 September 2012
                                                                                                                                   
                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Penyusun








Daftar Isi
Halaman Judul...................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................... i
Daftar Isi................................................................................ iii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................... 1
1.1         Latar Belakang................................................................... 1
1.2         Tujuan Penulisan............................................................... 1
1.3         Metode  dan Teknik Penulisan............................................ 1
1.4         Sistematika Penulisan......................................................... 2

BAB 2 ... Isi Pembahasan.................................................... 3

2.1        Laporan Hasil Praktikum...................................................................... 3


BAB 3 PENUTUP................................................................ 10
3.1             Kesimpulan...................................................................... 10
3.2             Daftar Pustaka.................................................................. 11




BAB 2
Isi Pembahasan
LAPORAN  HASIL PRAKTIKUM
        I.            Judul                  :    Proses Terjadinya Osmosis
     II.            Tujuan                :    Mengamati dan menjelaskan terjadinya proses osmosis
   III.            Landasan Teori  :
     Osmosis termasuk peristiwa difusi. Osmosis adalah perpindahan molekul-molekul pelarut ( misal air ) dari larutan berkonsentrasi rendah              ( hipotonis ) ke larutan berkonsentrasi tinggi ( hipertonis ) melalui selaput            ( membran ) semipermeabel. Jika pelarut yang digunakan berupa air, molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang kadar airnya tinggi ke larutan yang kadar airnya rendah.
  IV.            Alat dan Bahan
·           Percobaan Pertama
A.       Alat
-     Sedotan
-     Spidol
-     Gelas beker 50 ml ( 4 buah )
-     Penggaris
B.       Bahan
-      Telur ayam
-      Air 30 ml
-      Plastisin

·           Percobaan Kedua
A.     Alat
-     Silet
-     Gelas Beker 50 ml ( 3 buah )
-     Penggaris
B.     Bahan
-     Kentang
-     Larutan iodine 1%, 10%, 60%
·           Percobaan Ketiga
A.       Alat
-      Silet
-      Gelas Beker 50 ml ( 4 buah )
B.                 Bahan
-     Kentang
-     Larutan gula 1%, 10%, 60%
-     Air

     V.            Cara Kerja
·           Percobaan Pertama
1.        Ambil sebutir telur, kemudian pukul-pukul dengan pelan pada bagian ujung telur yang tumpul sehingga cangkangya retak-retak. Jangan sampai selaput di dalam telur pecah.
2.        Ambil cangkang yang sudah retak secara hati-hati sehingga ujung telur tanpa cangkang .
3.        Pada ujung telur yang lain buat lubang kecil untuk memasukan sedotan.
4.        Sedotan dimasukkan ke dalam telur dengan hati-hati.
5.        Tutup lubang telur di sekitar sedotan menggunakan plastisin, sehingga lubang tertutup rapat 9 tidak bocor )
6.        Isi gelas beker dengan air 30 ml.
7.         Sebelum telur dimasukan ke dalam gelas beker beri skala ( berupa tanda (-)) pada sedotan dengan jarak 0,5 cm dimulai dari pangkal sedotan yang berhimpit dengan ujung telur.
8.        Telur dimasukkan pada gelas beker yang sudah diisi air dengan pelan-pelan dan mulailah mencatat waktunya.
9.        Amati pergerakan air dengan selang 10 menit samapi kurang lebih 60 menit

·           Percobaan Kedua
1.        Potong kentang menjadi 15 kubus yang masing-masing berukuran 1x1x1 cm.
2.        Siapkan 3 buah gelas beker 50 ml, lalu beri kode A, B dan C.
3.        Tuang larutan iodine 1% ke dalam gelas A, larutan iodine 10% ke dalam gelas B, dan larutan iodine 60% ke dalam gelas C.
4.        Setiap gelas beker dimasukkan 5 buah kubus kentang.
5.        Pada interval 5 menit, sebuah kubus kentang dikeluarkan dari tiap-tiap gelas beker dan gunakan silet untuk memotong kentang menjadi dua bagian.
6.        Ukur jarak laruan idine yang masuk ke dalam kubus dengan mulai mengukur dari tepi irisan daerah kubus sampai ke daerah tengah yang masih dapat teramati warna larutan iodinnya.
7.        Hitung jarak rata-rata semua potongan kubus kentang selama waktu 25 menit.

·           Percobaan Ketiga
1.        Potong kentang menjadi 4 kubus yang masing-masing berukuran 5x5x5 cm.
2.        Timbang tiap potongan kentang, catat beratnya. Perhatikan keadaan kentang sebelum dilakukan percobaan.
3.        Siapkan 4 buah gelas beker 50 ml, lalu beri kode A, B dan C.
4.        Tuang larutan iodine 1% ke dalam gelas A, larutan iodine 10% ke dalam gelas B, dan larutan iodine 60% ke dalam gelas C, air kedalam gelas D.
5.        Setiap gelas beker dimasukkan 1 buah kubus kentang.
6.        Pada interval 30 menit, kubus kentang dikeluarkan dari tiap-tiap gelas beker dan timbang kembali beratnya.
7.        Catat berat masing-masing potongan kentang. Perhatikan keadaan kentang sesudah percobaan.

  VI.            Hasil Pengamatan
·           Percobaan Pertama
NO
10 Menit Ke-
Berkurangnya Air Pada Gelas Beker
1
0.5 cm
39.5 ml
2
0.5 cm
39 ml
3
0.5 cm
38.5 ml
4
0.5 cm
38 ml
5
0.5 cm
37.5 ml
6
0.5 cm
37 ml









·           Percobaan Kedua
Waktu
Larutan Iodine 1%
Larutan Iodine 10%
Larutan Iodine    60 %
5 menit
0,1 cm
0,2cm
0,5 cm
10 menit
0,3 cm
0,2cm
0,6 cm
15 menit
0,3 cm
0,4 cm
0,4 cm
20 menit
0,5 cm
0,5cm
0,6 cm
25 menit
0,5 cm
0,6 cm
1 cm

No
GELAS
LARUTAN
SEBELUM
SESUDAH
KEADAAN
1
A
GULA 1%
10,7 GR
9,5 GR
AGAK LEMBEK
2
B
GULA 10%
8 GR
7,3 GR
LEMBEK
3
C
GULA 60%
10,4 GR
5,7 GR
SANGAT LEMBEK
4
D
AQUADES
8,2 GR
9,6 GR
KERAS
·           Percobaan Ketiga










VII.              Pembahasan
·        Percobaan Pertama
Proses osmosis pada telur merupakan transport pasif tanpa energy aktifitas. osmosis adalah pergerakan atau perpindahan molekul dari konsentrasi rendah ( hipotonis ) menuju larutan dengan konsentrasi tinggi ( hipertonis ) melalui membrane semipermeabel.
Dari hasil pengamatan kita dapat mengetahui dan menghitung nilai laju osmosis yang terjadi pada telur ayam.
Ketika telur di masukan pada gelas beker yang berisi air 30 ml, air naik menjadi  40 ml. Kita amati telur yang  diletakan ke dalam pelarut (air ), kita dapat mengamati bagaimana molekul air yang memiliki konsentrasi rendah dapat berpindah ke cairan telur yang memiliki konsentrasi tinggi, serta dapat mengamati bagaimana molekul air menembus membrane sel telur ( selaput ) yang selektif permeable dalam hal ini air sebagai pelarut yang memiliki konsentrasi rendah ( hipotonis ) dan cairan di dalam telur merupakan pelarut yang memiliki konsentrasi tinggi ( hipertonis ). Perpindahan larutan juga terjadi akibat adanya perbedaan konsentrasi. Perbedaan konsentrasi sangat umum terjadi pada sel hidup.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan air pada gelas beker berkurang  dalam selang waktu 10 menit hingga 60 menit diperoleh pengurangan tekanan pada air di gelas beker  yang diakibatkan oleh tekanan osmotic ,pengurangan tekanan pada gelas beker  yaitu 0,5 cm per 10menit, dan hal itu berulang hingga 60 menit berikutnya.




·           Percobaan Kedua
                  Sebanyak 15 kubus kentang dengan potongan ukuran 1x1x1 cm dimasukkan kedalam 3 buah gelas beker yang masing-masing berisi larutan iodine 1%, 10%, dan 60%. Dimasukkan 5 buah kubus kentang di setiap gelas beker. Kubus kentang direndam selama beberapa menit yang frekuensi pengambilan kentang dilakukan berbeda-beda. 5 menit petama diambil 1 kubus kentang pada setiap gelas beker, lalu kubus kentang tersebut dibelah, lalu di ukur jarak kubus larutan iodine yang dimulai dari tepi irisan kubus menuju kedaerah tengah yang masih dapat teramati warna iodinenya. 5 menit berikutnya sampai menit ke 25 lakukan aktivitas yang sama dengan 5 menit pertama.
                  Larutan iodine bisa masuk kedalam kubus kentang karena larutan iodine termasuk pelarut yang memiliki konsentrasi tinggi sedangkan kubus kentang termasuk pelarut yang memiliki konsentrasi rendah. Sehingga, larutan iodine akan masuk kedalam kubus kentang dan terjadilah proses osmosis.
                  Dari hasil pengamatan jarak larutan iodine yang dimulai dari tepi irisan kubus menuju ke daerah tengah yang masih terlihat warna iodine, dapat dilihat bahwa jarak terbesar yaitu pada larutan iodine 60%, karena larutan iodine berkonsentrasi tinggi sedangkan pada kubus kentang berkonsentrasi  rendah, semakin besar takaran larutan iodine semakin besar pula jarak larutan iodine yang masuk ke dalam kubus kentang. Ini dikarenakan cairan pada sel kubus kentang keluar dan larutan iodinenya masuk ke kubus kentang sehingga warna larutan iodinenya dapat telihat pada kubus kentang, serta jika kita amati dari segi waktu  ternyata kubus kentang yang direndam lama memiliki jarak yang lebih besar dibandingkan dengan kubus kentang yang direndam sebentar, Ini dikarenakan lebih lama waktu perendaman maka larutan iodine yang masuk kedalam kubus kentang mudah  diamati dan jaraknya juga lebih besar.

·           Percobaan Ketiga

              Kondisi kentang semula sebelum di rendam pada larutan masih segar. Berat kentang semula sebelum direndam,  pada gelas beker A 10,7 gr, B 8 gr, C 10,4 gr, dan D 8,2 gr. Dan larutan gula pada gelas beker A 1%, B 10%, C 60%, dan D adalah larutan Aquades. Setelah perendaman pada larutan gula tekstur kentang  pada gelas beker A lembek, pada gelas beker B agak lembek,pada gelas beker C lebih  lembek sedangkan perendaman pada larutan gula 30% kondisinya lebih lembek. Tetapi ketiganya menunjukkan pengurangan berat. Ini disebabkam perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Akibatnya keluarnya air ini menyebabkan isi sel berkurang, dan sel dalam keadaan tekanan turgor rendah ). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi lembek dan beratnya berkurang. Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah, perpindahan air pada kentang terjadi karena kentang  hipertonis terhadap air yang hipotonis. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.












BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
·           Percobaan Pertama
a.       Air yang merupakan pelarut yang meiliki konsentrasi rendah ( hipotonik ) akan berpindah ke cairan telur yang memiliki konsentrasi tinggi                          ( hipertonik ) melewati selaput membrane telur yang selektif permeable dengan melawan gradient konsentrasi melalui proses smoregulasi.
b.      Terjadi transport pasif dalam membran, yang terjadi tanpa energy aktifitas, dan juga perbedaan potensial osmotic, potensial osmotic air yang lebih besar dibandingkan dengan potensial osmotic cairan telur.
·           Percobaan Kedua
a.       Proses osmosis pada kentang dapat kita tentukan dengan cara mengukur jarak iodine yang masuk kedalam kubus kentag dengan mengukurnya mulai dari tepi irisan kubus kedaerah tengah yang masih dapat teramati warna iodinenya.
b.      Hasil ukur yang dilakukan akan berbeda-beda sesuai takaran larutan iodine yang diberikan dan selang waktu perendaman kentang dalam larutan iodine.
·           Percobaan Ketiga
a.    Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurunan tekanan turgid. Jika tekanan turgird menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek .
b.    Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
c.    Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki
http://nochfendres.blogspot.com
Pariwara, Intan.2012. Biologi



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar